10 Negara yang Penduduknya Tidak Ramah kepada Turis Asing

Indonesia adalah salah satu contoh negara yang masuk ke dalam daftar negara yang sangat ramah untuk turis internasional sehingga tidak sedikit dari wisatawan mancanegara di seluruh dunia merasa tertarik dan berkesan selama berlibur di tanah air dengan mengunjungi beberapa lokasi tertentu.

Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang sangat nyaman dan berkali-kali mengunjungi kawasan yang sama karena senang dengan keramahan penduduk setempat dari setiap negara yang membuat mereka tidak dapat perlakuan buruk sebagai turis.

Sepanjang tahun 2017, Rough Guides, sebuah situs perjalanan dan wisata melakukan survey berkaitan dengan negara yang paling ramah turis di seluruh dunia. Pemilihan yang dilakukan berdasarkan voting yang dilakukan warganet berhasil menempatkan 10 negara yang masuk dalam kategori tersebut. Berikut hasil lengkapnya:

10. Bolivia
Setelah beberapa lama menyandang predikat sebagai negara paling tak ramah turis, kali ini Bolivia mendapat prestasi yang berbeda. Salah satu yang menyebabkan Bolivia masuk ke dalam daftar ini adalah masyarakat lokal yang mulai mengajak turis asing untuk berbicara dengan bahasa setempat, walau hanya menyapa ataupun mengucapkan terima kasih.

9. Finlandia
Setelah menyandang prestasi sebagai negara paling bahagia di dunia, Finlandia juga masuk dalam kategori negara yang ramah terhadap turis. Sauna adalah salah satu faktor utama. Mengapa? Orang – orang Finlandia ternyata sangat gemar bersauna. Maka itu, cara untuk “beramah tamah” dengan masyarakat lokal adalah dengan tidak menolak undangan mereka untuk sauna bersama – sama.

8. Myanmar
Industri pariwisata yang mulai berkembang pesat di Myanmar semakin menunjukkan betapa ramahnya negara ini terhadap orang luar. Penduduk lokal akan dengan senang hati menyambut siapapun yang datang, diajak berbincang bak kawan lama. Ingin melihat hal tersebut? datanglah ke kedai teh tradisional yang ada di sana.

7. Kenya
Di negara ini, masih bermukim lebih dari 40 suku adat dengan tradisi dan keunikan budaya masing – masing. Penduduk lokal Kenya berbahasa Swahili, serta sebagian sudah mulai berbicara dalam Bahasa Inggris. Berbicara dengan mereka akan membuka wawasan mengenai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.

6. Indonesia
Negara dengan penduduk yang suka tersenyum adalah predikat yang paling sering disematkan pada Indonesia. Keramahtamahan penduduk di negara tropis ini memang sudah sangat umum. Sebelum turis mengenalkan diri, penduduk lokal akan lebih dulu membuka pembicaraan dengan berbagai pertanyaan yang bisa mencairkan suasana. Meski dalam Bahasa Inggris yang dasar, penduduk lokal umumnya terlihat sangat antusias dalam menyambut turis yang datang.

5. Jepang
Meski tak semua penduduk Jepang fasih berbahasa Inggris, apalagi para generasi tua, mereka akan sebisa mungkin membantu para turis yang tersesat. Entah itu mengantarkan sampai ke tujuan, atau pun menunjukkan arah tempat tersebut dengan ‘bahasa tarzan.’

4. Kolombia
Penduduk lokal menyambut turis dengan menawarkan barang dan jasa yang harganya sangat terjangkau. Dengan demikian, turis tidak kapok untuk kembali berkunjung. salah satu cara yang cukup baik untuk meningkatkan perekonomian negara, bukan?

3. Uganda
‘Permata Afrika’ adalah predikat yang diberikan pada negeri ini dari Winston Churchill. Indah dan kaya, Uganda mulai membuka pintu bagi turis untuk berkunjung ke negeri tersebut, setelah sebelumnya didera konflik berkepanjangan. Apa yang paling menarik dari kunjungan ke Uganda? Gorilla adalah jawabannya.

2. India
Turis yang sudah sering berkunjung ke India akan mengatakan bahwa negara tersebut adalah tempat yang menyenangkan untuk berwisata. Penduduknya sangat hangat dalam menyambut wisatawan. Selain menyapa, penduduk lokal tak akan segan untuk meminta foto bersama dan berbincang – bincang. Tempat terbaik untuk menambah teman, bukan?

1. Ethiopia
Negara ini memiliki tradisi yang unik dalam menyambut tamu : menjamu mereka untuk menyajikan proses penyeduhan biji kopi hingga menjadi minuman. Proses tersebut memakan waktu sekitar satu jam, sehingga turis yang mendapat undangan untuk menyaksikan prosesi ini akan dianggap sebagai tamu yang istimewa.

Negara dengan Pendudik Tidak Ramah untuk Para Wisatawan Asing

Pada dasarnya, sebagian besar diantara masyarakat di dunia yang berlibur ke sebuah negara tentu saja ingin mendapatkan pengalaman khusus dengan layanan dari masyarakat dari lokasi setempat yang ramah dan sopan. Akan tetapi, banyak dari mereka atau Anda sendiri mungkin pernah mengalami pengalaman buruk karena negara yang dikunjungi memiliki penduduk yang tidak ramah untuk turis asing dari beberapa kawasan di seluruh dunia seperti berikut ini, yaitu :

1. Slovakia (Eropa Tengah)

Faktanya di dalam negara ini masih terdapat sisa-sisa pengaruh komunisme yang dibawa pada Perang Dunia II. Sehingga negara ini pernah dijuluki sebagai negara paling rasis sedunia. Pernah melihat film berjudul Hostel? Ini merupakan film dengan latar negara Slovakia sebagai setting pengambilan gambarnya. Ceritanya pun menggambarkan bagaimana buruknya perlakuan penduduk lokal terhadap orang asing termasuk para turis.

2. Venezuela (Amerika Selatan)

Argentina yang merupakan salah satu negara tetangga Bolivia adalah sebuah negara dengan penduduk tidak ramah yang menduduki posisi kedua di dunia melalui data World Enomomic Forum. Tak heran, banyak turis asing akan berpikir keras untuk datang ke negara ini karena masyarakat setempat cenderung dingin dan tidak menyambung wisatawan dengan baik, sedangkan di negara ini memiliki objek wisata yang cantik dan menarik dari negara lain.

3. Rusia (Asia – Eropa)

Negara dengan luas wilayah terbesar di dunia ini masuk ke dalam daftar negara dengan penduduk tidak ramah untuk turis asing. Pasalnya, Rusia memiliki catatan kejahatan yang tinggi dari beberapa negara lain, sedangkan banyak orang yang tinggal di Negeri Beruang Merah ini tidak pernah percaya akan kinerja polisi. Bahkan, jumlah wisatawan yang selalu berkunjung ke Rusia cenderung minim apabila dibandingkan dengan Indonesia hingga kini.

4. Kuwait (Asia Barat)

Kuwait merupakan salah satu negara di bagian Timur Tengah dan menjadi penghasil minyak terbesar di dunia. Meski begitu, Kuwait adalah sebuah negara dengan penduduk tidak ramah untuk turis asing karena memiliki penilaian rendah dari World Ecomomic Forum atas kepuasan wisatawan yang singgah disana. Bahkan, Kuwait menduduki peringkat ke-137 sebagai negara yang memiliki penduduk tidak ramah di dunia dari 140 negara yang dilibatkan.

5. Latvia (Eropa Utara)

Latvia adalah salah satu negara dengan penduduk tidak ramah yang berada di kawasan Eropa Utara. Bagaimana tidak, negara kecil ini diketahui memiliki penduduk yang kurang ramah kepada turis asing. Meski begitu, dibalik sifat yang tidak hangat bahwa masyarakat di negara ini rupanya sangat hati-hati dan antisipasi terhadap kedatangan orang baru supaya bisa menghindari berbagai macam tindakan yang merugikan negara dan penduduk disana.

6. Mongolia (Asia Timur)

Mongolia menjadi sebuah negara dengan penduduk tidak ramah yang berlokasi di Asia Timur dan berbatasan dengan China dan Rusia. Negara ini dinilai memiliki masyarakat yang tidak baik kepada turis asing yang didasari rasisme atau perbedaan suku cukup tinggi di negara beribu kota Ulan Bator tersebut, sedangkan dampak yang terjadi adalah banyak turis dari seluruh dunia merasa segan dan takut untuk datang ke Mongolia akibat kejadian tersebut.

7. Bulgaria (Eropa Timur)

Bulgaria dinilai sebagai salah satu negara dengan penduduk tidak ramah untuk wisatawan asing dari seluruh dunia. Sebab, sumber masalah dari karakter masyarakat yang sangat kecam terhadap para turis adalah sistem rasisme yang sebelumnya terjadi dari pihak Israel  ke kota tertentu di negara ini. Bahkan, unsur tersebut masih terasa sampai sekarang dan tidak sedikit dari turis dair beberapa negara selalu membatalkan liburan mereka ke Bulgaria.

8. Pakistan (Asia Selatan)

Pakistan adalah salah satu dari beberapa negara yang berlokasi di kawasan Asia Selatan dan berbatasan dengan Afghanistan dan Iran. Selain itu, Pakistan merupakan sebuah negara dengan penduduk tidak ramah karena (masih) dianggap sebagai lokasi yang rentan terjadi konflik atau perang. Namun, seiring berjalan waktu bahwa pemerintah pusat di negara ini telah berbenah diri untuk mengupayakan keamanan dan kenyamanan untuk para turis dunia.

9. Iran (Asia Barat)

Turis yang berkunjung ke Iran bisa dikatakan hanya terhitung jari saja. Pasalnya, negara yang menggunakan bahasa Persia sebagai bahasa resminya merupakan salah satu negara dengan penduduk tidak ramah untuk wisatawan dunia. Selain itu, risiko yang akan selalu dirasakan para turis mancanegara yang berkunjung ke Iran adalah sering kesulitan pada saat menggunakan kartu kredit yang tidak berlaku dan harus membawa mata uang Iran (tunai).

10. China (Asia Timur)

Negeri Tirai Bambu adalah sebuah negara dengan penduduk tidak ramah untuk para turis dunia sampai sekarang. Pasalnya, China hanya memiliki nilai sekitar 41,55 dari pihak World Economic Forum mengenai kenyamanan dan kepuasan wisatawan asing. Selain itu, hasil penilaian ini juga didasari karena China serta beberapa negara lainnya yang memiliki jumlah nilai cukup rendah adalah mereka yang sebelumnya terlibat dalam medan perang penjajahan.

Tak hanya itu, selain 10 negara diatas rupanya beberapa kawasan lainnya yang tergolong kurang ramah untuk turis asing antara lain Yaman, Ceko (Slovakia) dll. Meski begitu, keberadaan berbagai macam negara dengan penduduk tidak ramah secara langsung atau tidak rupanya selalu berupaya supaya bisa meningkatkan kualitas agar dapat menarik perhatian wisatawan dunia yang akan menjadi calon turis negaranya dan berpengaruh dari beragam sektor nasional.

Demikian ulasan singkat mengenai 10 negara yang memiliki penduduk tidak ramah untuk turis dunia. Selain itu, hasil penilaian dari World Economic Forum juga berpengaruh atas stabilitas dan juga kemajuan dari popularitas negara terkait agar dapat meyakinkan para wisatawan asing bahwa negara tersebut memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan yang signifikan sehingga memberikan kesan positif untuk orang asing yang sedang berlibur ke beberapa negara tersebut dengan batas waktu yang ditentukan sesuai data passport dan visa masing-masing.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

39 + = 43