Defisit Talent Pariwisata

Defisit Talent Pariwisata

Bill Gates pernah memberi nasehat: “Mempertahankan fokus adalah kunci sukses. Anda seharusnya memahami bidang kompetensi Anda, keterampilan Anda, dan menghabiskan waktu serta energi Anda di sana." Pengembangan tourism 4.0 telah membangun jembatan antara high technology dan pariwisata. Pemerintah dan pelaku pariwisata bersama menguatkan untuk terbangungnya investasi untuk tenaga kerja pariwisata agar unggul, guna memenangkan persaingan yang ketat dan menavigasi pasar tenaga kerja dalam industri pariwisata 4.0. Ketika teknologi mendisrupsi industri pariwisata, permintaan akan talenta teknis high-end pariwisata menjadi sangat tinggi, sehingga yang terjadi kesenjangan yang semakin besar dan melebar. Industri pariwisata secara nasional…continue reading →
The Power of ‘Suara Traveler’

The Power of ‘Suara Traveler’

Dalam kesempatan artikel kali ini, kita akan mengulas tentang bagaimana powerfulnya suara traveler, yang telah mengguncang jagad industri pariwisata dan bisnis. Pariwisata tumbuh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya secara global di negara-negara berkembang, bukan saja Indonesia. Dalam kurun 10 tahun, lanskap pariwisata berubah sepenuhnya. Platform digital mengubah cara konvensional dalam perjalanan wisata mulai dari saat meneliti, membeli, menjual, nilai tambah, pengalaman dan berbagi. Penelitian oleh Google dan Phocuswright menunjukkan hampir separuh wisatawan, lebih nyaman melakukan proses meneliti, merencanakan dan memesan perjalanan wisata  hanya dengan menggunakan perangkat seluler. Hal ini menyebabkan, User-Generated Content (UGC)…continue reading →
59 Skenario Inovasi Digital dalam Era Kenormalan Baru Pemerintahan secara Global

59 Skenario Inovasi Digital dalam Era Kenormalan Baru Pemerintahan secara Global

Ditahun politik ini, tantangan terhadap nalar kritis masyarakat kita bekerja ekstra. Narasi politik pengambinghitaman, kebencian, ketakutan dan populisme telah menjadi fenomena global. Menurut Amnesty International, fenomena global seperti ini belum pernah terjadi sejak 1930-an yang lalu. Masyarakat dihadapkan pada dua pembelajaran penting, menelan praktik narasi politik hasutan dan ketakutan yang berhadapan dengan narasi politik optimis dan harapan. Kedua versi narasi politik yang masing-masing memiliki law of attraction yang akan mewarnai turbulensi masa depan negri. Nalar kritis masyarakat otomatis bekerja lebih ekstra. Disrupsi inovasi digital pemerintahan, telah mendorong masyarakat kini lebih melek politik, lebih…continue reading →
9 Cara Membuat dan Mencapai Resolusi Bisnis

9 Cara Membuat dan Mencapai Resolusi Bisnis

  Bagi owner, manajemen dan praktisi bisnis, bulan ini adalah moment yang tepat untuk menyusun resolusi bisnis. Tantangannya adalah menghasilkan resolusi untuk membangun bisnis agar lebih berkembang dengan capaian kinerja yang ekselen. Namun, jika hasil evaluasi tahun ini masih banyak target kinerja dan resolusi bisnis yang belum tercapai, maka penyusunan resolusi kali ini harus menjadi langkah terobosan untuk perbaikannya. Banyak perusahaan yang hanya terus mengulang resolusi setiap tahunnya. Tidak sedikit juga perusahaan yang mewarisi resolusi dari instruksi pimpinan sebelumnya secara turun temurun. Atau, kalaupun menghasilkan resolusinya baru, dibuatnya-pun asal-asalan karena kejar tayang  sehingga…continue reading →
Dampak Pariwisata: Paradoks Pertumbuhan Berkelanjutan

Dampak Pariwisata: Paradoks Pertumbuhan Berkelanjutan

Baru-baru ini kita menyaksikan, bagaimana kota Surabaya menorehkan prestasinya dengan memperoleh Guangzhou International Award 2018 sebagai kota terpopuler di dunia. Award dua tahunan tersebut, ditujukan untuk mengapresiasi pembangunan dan pengembangan yang dilakukan sebuah destinasi kota. Surabaya berhasil mengalahkan Sidney, Milan, New York dan kota populer lainnya, karena dinilai berhasil dalam pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle), mensosialisasikan daur ulang dari tingkat rumah tangga, hingga mendorong warga untuk berpartisipasi melakukan urban farming. Kota Surabaya juga menjadi kota terbaik di bidang pariwisata versi Yokatta Wonderful Indonesia Tourism Awards 2018. Kota Surabaya dinilai memiliki komitmen, performansi, inovasi,…continue reading →
50 Megatren Transformasional Pariwisata Digital yang memacu kegesitan (agility) bisnis di tahun 2019

50 Megatren Transformasional Pariwisata Digital yang memacu kegesitan (agility) bisnis di tahun 2019

Platform digital telah mengganggu (disrupting) siklus industri pariwisata, dan mengancam bisnis wisata konvensional tersingkir. Destinasi digital semakin aktif.. Digital marketing wisata semakin masif Transaksi dan penjualan online produk wisata -pun semakin agresif.. Apalagi, Pariwisata 4.0 merevolusi cara mengelola pengalaman dan hubungan pelanggan wisatawan berbasis digital. Tidak sedikit pelaku bisnis wisata yang masih konvensional, kian semakin tergerus market sharenya. Tidak dipungkiri, lambat laun mitra bisnis dan pelanggan akan meninggalkan pelaku bisnis wisata yang masih memperthankan cara konvensional, dan layanann yang tidak user friendly dengan sistem kontemporer. Semakin suram prospek bisnis perusahaan konvensional, ditegah industri…continue reading →
Karakteristik Kepemimpinan Bisnis Wisata Masa Depan yang Unggul

Karakteristik Kepemimpinan Bisnis Wisata Masa Depan yang Unggul

Leadership is the capacity to translate vision into reality. (Warren Bennis) Perjalanan kepemimpinan bisnis pariwisata dimasa kini berada pada tantangan lingkungan yang penuh disrupsi (dalam bentuk teknologi, perubahan sosial, rekonfigurasi industri atau sejenisnya). Hal ini terus membayangi dan menimbulkan dampak dalam istilah militer VUCA atau Volatile, Uncertain, Complex, Ambigue. Atau terjemahan dalam bahasa kita: Ketidakstabilan, Ketidakpastian, Kompleksitas, dan Ambiguitas. Belum cukup sampai disitu, efek yang ditimbulkan memicu Diversity (keberagaman) termasuk berupa keseimbangan jender, keragaman lintas budaya dan lintas antargenerasi. Jadi, tantangan para pempimpin industri pariwisata 4.0 adalah D-VUCAD yang artinya: Disruptive, Volatile, Uncertain,…continue reading →
Strategi Dua Jari dalam Perang Monetisasi Industri Wisata yang Super Dinamis

Strategi Dua Jari dalam Perang Monetisasi Industri Wisata yang Super Dinamis

Pada era sebelum tahun 2000, mayoritas konsumen di Indonesia hanya mengenal cara-cara bertransaksi berupa datang langsung ke toko fisik, belanja katalog atau pesan-antar. Selain itu, datang ke toko fisik untuk melakukan hal tersebut, semakin lama memakan biaya dan waktu, terutama untuk masyarakat yang tinggal di kota besar dengan kemacetan lalu lintas setiap saat. Hal yang sama terjadi saat Anda hendak memesan kamar hotel, tiket pesawat, tiket kereta api, bahkan ketika akan membaca berita terkini. Hadirnya bisnis digital berbentuk toko daring (online store), pasar daring (e-marketplace), media daring, layanan daring untuk reservasi hotel, tiket…continue reading →
10 Negara yang Penduduknya Tidak Ramah kepada Turis Asing

10 Negara yang Penduduknya Tidak Ramah kepada Turis Asing

Indonesia adalah salah satu contoh negara yang masuk ke dalam daftar negara yang sangat ramah untuk turis internasional sehingga tidak sedikit dari wisatawan mancanegara di seluruh dunia merasa tertarik dan berkesan selama berlibur di tanah air dengan mengunjungi beberapa lokasi tertentu. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang sangat nyaman dan berkali-kali mengunjungi kawasan yang sama karena senang dengan keramahan penduduk setempat dari setiap negara yang membuat mereka tidak dapat perlakuan buruk sebagai turis. Sepanjang tahun 2017, Rough Guides, sebuah situs perjalanan dan wisata melakukan survey berkaitan dengan negara yang paling ramah turis…continue reading →
10 Cara Jitu menjadi Traveller Kaya dengan Mudah

10 Cara Jitu menjadi Traveller Kaya dengan Mudah

Traveller adalah seseorang yang selalu jalan-jalan atau rekreasi dengan mengunjungi berbagai macam tempat baik dalam maupun luar negeri dengan tujuan tertentu. Penilaian awal yang muncul pastilah pengeluaran yang besar alias boros yang menggerus kekayaan. Tapi nyanya, justru traveller memiliki potensi menjadi kaya. Karena hobi traveling ini ternyata tidak sedikit membawa orang-orang inspiratif menjadi milyader. Awalnya, mereka adalah orang biasa dengan modal nekat dan kecerdasan. Namun, ternyata hobi traveling ini mendorongnya menjadi orang yang sukses bahkan miliarder. Orang-orang inspiratif tersebut contohnya Johnny Ward, seorang traveler asal Irlandia Utara yang cuma memiliki orang tua tunggal…continue reading →