59 Skenario Inovasi Digital dalam Era Kenormalan Baru Pemerintahan secara Global

Ditahun politik ini, tantangan terhadap nalar kritis masyarakat kita bekerja ekstra.

Narasi politik pengambinghitaman, kebencian, ketakutan dan populisme telah menjadi fenomena global. Menurut Amnesty International, fenomena global seperti ini belum pernah terjadi sejak 1930-an yang lalu.

Masyarakat dihadapkan pada dua pembelajaran penting, menelan praktik narasi politik hasutan dan ketakutan yang berhadapan dengan narasi politik optimis dan harapan. Kedua versi narasi politik yang masing-masing memiliki law of attraction yang akan mewarnai turbulensi masa depan negri.

Nalar kritis masyarakat otomatis bekerja lebih ekstra. Disrupsi inovasi digital pemerintahan, telah mendorong masyarakat kini lebih melek politik, lebih selektif memilih pemimpin dan lebih aware terhadap data-fakta portofolio. Masyarakat semakin menyadari pentingnya keterlibatan  dalam creating chages untuk menata masa depan bangsa yang lebih baik.

 

Digitalisasi kepemerintahan

Dalam 2018 Global Digital Report, disebutkan pengguna internet di Indonesia mencapai angka 132 juta orang atau berkisar 50% dari penduduk, dengan durasi penggunaan internet rata-rata 8 jam 51 menit  per orang setiap harinya.

Cara berkomunikasi pemerintah dengan masyarakat menjadi berubah  sangat cepat. Menggunakan inovasi digital multi-step communication model dengan beragam channeling  yang di terus update agar semakin kekinian. Agar semakin menjangkau dan personal.

Disrupsi digital dalam pemerintahan juga berdampak positif untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.

Hal ini disebabkan karena penerapan teknologi digital menjadikan proses dalam pelayanan publik dan pemerintahan menjadi lebih mudah, lebih cepat dan lebih murah. Termasuk efektivitas yang lebih baik dalam hal pengendalian dan pengawasan.

Banyak negara maju yang telah memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam memberantas korupsi dan memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan.

Baru-baru ini, pemkab Lamongan, pemkot Surabaya dan pemrov Jawa Timur memperoleh rapor baik dalam tata kelola pemerintahan dengan skor penilaian 100 persen.

Penerapan solusi digital seperti e-budgeting, e-procurement dan layanan terpadu satu pintu  dalam 3 tahun terakhir, telah menjadi best practices yang terbukti efektif di tiga daerah tersebut.

Capaian ini tentu dapat dijadikan sebagai role model untuk  34 provinsi dan 542 kota/kabupaten lainnya di Indonesia.

Sayangnya, penerapan solusi digital untuk memudahkan layanan, memangkas birokrasi, sekaligus mencegah dan mengurangi praktik pungli dan korupsi, masih menjadi PR yang menimbulkan paradoks untuk diterapkan dengan sukses pada mayoritas daerah lainnya.

Fakta yang terjadi di  tahun 2018, adanya keberhasilan KPK atas  30 OTT (capaian tertinggi),  sebanyak 256 orang ditetapkan tersangka korupsi, dan diantaranya sebanyak 26 orang adalah kepala daerah.

Tren teknologi inovasi digital juga mendisrupsi pekerjaan dan gaya hidup masyarakat kita. Termasuk di dalamnya adalah:

  • Learning in real time, yaitu kebiasaan untuk belajar secara online di mana saja dan kapan saja antara lain berupa education technology (edtech). Tahun 2019 belajar secara informal memanfaatkan platform digital akan lebih masif pergerakannya.
  • Power to the people, yaitu kesempatan dan kemungkinan untuk membeli produk secara langsung antara pembeli dan penjual melalui pltform digital.
  • The end of fixed job, artinya kemampuan atau keterampilan khusus menjadi kunci untuk mendapatkan pekerjaan.

Apa saja tren dan skenario inovasi dan pengembangan digital yang menjadi kunci keberhasilan manajemen pemerintahan di era kenormalan baru?

Beberapa isu sentral yang juga akan menjadi pembahasan dalam World Government Summit 2019. Silahkan terus simak dan lanjutkan membaca artikel ini sampai selesai.

Tren skenario inovasi dan pengembangan teknologi digital dalam manajemen pemerintahan secara global

 

  1. Pemerintahan

Tren saat ini pemerintah telah berhasil menggunakan media sosial tidak hanya untuk berinteraksi dengan warga. Melainkan juga untuk melibatkan dan memberdayakan masyarakatnya.

Di tahun 2020, skenario yang dikembangkan adalah memanfaatkan media sosial sebagai penyedia data audiens, untuk membantu pemerintah menganalisa tingkat sentimen, opini yang berkembang, dan melacak feedback atas efektivitas kebijakan dan layanan publik di berbagai daerah.

Di antara tahun 2020-2030, pembuat kebijakan akan menerapkan ‘model pengembangan perangkat lunak yang tangkas’ terhadap produk kebijakan pemerintah. Termasuk membuat prototipe, pilot project, dan uji coba program.

Di tahun 2030 skenario yang dikembangkan pemerintah adalah membangun platform,  untuk memastikan akuntabilitas mitra dan mengelola kampanye crowdsourced.

Crowdsourcing adalah istilah untuk menggambarkan suatu proses dalam mengelola proyek pekerjaan untuk mendapatkan pendanaan dari warga dalam jumlah banyak melalui fasilitas online.

Di tahun 2050, kekurangan operasional akan diatasi dengan input pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan warga. Satu ruang online untuk semua layanan, satu kantor pemerintahan di setiap daerah, dan birokrasi yang ramping.

 

  1. Triple Bottom Line.

Saat ini pemerintah mendorong bisnis ‘triple-bottom line’ – yaitu fokus evaluasi kinerja bisnis melalui pengungkapan laporan yang mengkombinasi aspek ekonomi, lingkungan berkelanjutan, dan sosial.

Antara tahun 2020-2030 Triple sektor negara yaitu pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat  bersama berkolaborasi dalam membangun dan mengelola negara.

Di tahun 2030 Triple sektor demokrasi. Masyarakat dalam menyelesaikan masalah menggunakan teknologi sosial, mobile dan cloud, misalnya model micro-tasking dan peer-to-peer.

 

  1. Tata kelola kolaboratif.

Di tahun 2020 Pemerintah berkolaborasi dengan LSM, perusahaan, organisasi sosial kemasyarakatan – dan lembaga non-pemerintahan lainnya untuk menyelesaian berbagai masalah dan persoalan.

Antara tahun 2020-2030 terjadi pengurangan birokrasi, optimalisasi layanan publik akan menggunakan top talen. Pengembalian kepemilikan oleh negara (parastatals), menghubungkan kemauan politik & sumber daya pribadi.

Di tahun 2030 Ruang inovasi fisik dan online – pemerintah bekerja dengan masyarakat dan perusahaan untuk memunculkan ide-ide baru. Pemerintah menggunakan crowdsourcing untuk mendapatkan input yang lebih luas saat menyusun kebijakan.

Di tahun 2050 Demarki: penguasa dipilih secara acak dari kumpulan pembuat keputusan yang terpilih. Istilah yang diciptakan oleh filsuf John Burnheim.

Setelah 2050 Pemerintah memberikan peran yang lebih aktif untuk pemberdayaan kota/kabupaten, dengan lebih banyak diberikan alokasi dana pembangunan & otoritas.

 

  1. Kebijakan berbasis data.

Di tahun 2020 Big data meningkatkan efektivitas pelacakan kinerja dan hasil, sehingga memungkinkan pemerintah untuk lebih fokus pada pencapaian sasaran dan tujuan dibandingkan pada proses.

Antara tahun 2020-2030 Kemajuan algoritma memperkaya pasokan data secara live yang menginformasikan pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Di tahun 2030 Pemerintah Pre-emptive. Data digunakan untuk menghasilkan model prediksi untuk pemerintah. Sumber daya bergeser dari reaksi ke pencegahan.

Di tahun 2050 Cyberokrasi: menekankan aspek simbolis, budaya, psikologis pembuatan kebijakan. Informasi tidak terikat, tidak dipetakan. Akhirnya mengarah ke layanan sipil AI, atau bahkan kepeemerintahan AI.

 

  1. Warga-konsumen

Di tahun 2020 Cloud kepegawaian. Karyawan tetap bertindak sebagai konsultan. Tim yang fleksibel dibentuk untuk fokus pada proyek tertentu.

Antara tahun 2020 & 2030 Co-creation berarti investasi lebih banyak kepada SDM dalam pemerintahan, dan keterlibatan meningkat. Peluang baru untuk pemecahan masalah nasional dan global melalui kolaborasi masyarakat terhadap penataan data yang lebih luas.

Di tahun 2030 Pemerintah bekerja sama dengan masyarakat dalam mengatasi tantangan, misalnya perubahan iklim.

Di tahun 2050 Noocracy: pemerintah yang bijak, global brain, ‘syntellect’, hive-mind. Berasal dari konsep ‘pemerintah yang bijak ‘ Plato. Dipopulerkan oleh Vladimir Vernadsky.

 

  1. Cloud States

Antara tahun 2020 & 2030 Cloud Kolaborasi. Platform cloud interaktif memfasilitasi keterlibatan oleh warga dan konsumen.

Di tahun 2050 Status Awan. Inisiatif ekstra teritorial, konektivitas lintas batas. Batas negara kabur & dibubarkan saat interaksi, debat, dan penciptaan batasan teritorial negara.

 

  1. Transparansi Data

Di tahun 2020 Transparansi yang ditargetkan. Publik menuntut transparansi pemerintah dan pengungkapan perusahaan. Data yang mudah diakses disediakan.

Di tahun 2030 Transparansi radikal menjadi norma.

 

8. Kesenjangan digital

Di tahun 2020 Pemerintah menghadapi tantangan dalam memberikan layanan publik – untuk menjangkau segmen yang secara langsung terhubung dan masyarakat miskin, lansia, dan pedesaan yang terpencil.

 

9. Privasi digital

Di tahun 2020 Kebijakan dan norma seputar privasi di era pelanggaran data & IoT menjadi masalah regulasi dan etika bagi pemerintah.

 

10. Konsumerisme Layanan publik

Saat ini  masyarakat lebih menyadari akan hak-hak mereka, memiliki akses yang lebih baik ke info dan harapan layanan yang lebih tinggi.

Antara tahun 2020 & 2030 berkembangnya layanan Waralaba. Model gaya bisnis untuk layanan publik – terutama utilitas, pendidikan, kesehatan – menjadi norma internasional.

Di tahun 2030 berkembangnya kecekatan layanan. Layanan publik mengikuti jalur startup:  digital, user-friendly, dan gesit dalam memenuhi permintaan.

Di tahun 2050 berkembangnya sistem layanan publik. Polisi dan otoritas lain yang diperlakukan seperti penyedia layanan lainnya – yaitu dapat ditolak dan dicari alternatifnya. Teknologi membantu dengan ini (mis. Webcam polisi).

 

  1. Swalayanan publik

Di tahun 2020 berkembangnya layanan mandiri berbasis teknologi untuk layanan pemerintah (registrasi kendaraan, pajak penghasilan, dll) semakin meluas.

Antara tahun 2020 – 2030 berkembangnya layanan hiperlokal. Lingkungan swalayanan untuk kebutuhan publik sendiri. Layanan seperti pendidikan tinggi sebagian dirilis dari pemerintah.

Di tahun 2030 organisasi sektor publik bertransformasi dari raksasa besar serba guna menjadi entitas kecil, fleksibel, dan didorong oleh entitas.

setelah 2050 Kekurangan operasional ditangani menggunakan input teknologi dan warga. Satu ruang daring untuk semua layanan, dan satu ruang fisik di setiap daerah merampingkan sistem birokrasi pemerintahan.

 

  1. Pasar layanan publik tanpa batas

Di tahun 2020 berkembangnya wisata medis, pemberian layanan outsourcing, pemerintah terbaik di kelasnya membantu pemerintah lain, dll.

 

  1. Model Harga yang Inovatif

Antara tahun 2020 – 2030 Sistem pembayaran sesuai kebutuhan untuk layanan publik, yang membantu menyeimbangkan permintaan dan penyediaan. Pajak bahan bakar diganti dengan biaya jarak tempuh.

Di tahun 2030 Pembayaran kecil langsung menggunakan aplikasi pembayaran digital, untuk penggunaan layanan publik, mis. Taman wisata, puskesmas dan  rumah sakit.

 

  1. Migrasi global

Di tahun 2020 Kebijakan imigrasi dilonggarkan sebagai akibat dari globalisasi, peningkatan pendidikan dan kekurangan talen SDM lokal. Pengungsi meningkat ketika terjadi kelangkaan sumber daya semakin meningkat di beberapa bagian dunia.

Antara tahun 2020-2030 berkembangnya masyarakat global, menggunakan sharing ekonomi, mengunjungi tempat di mana saja di dunia.

Di tahun 2050 Kota-kota besar akan meningkat dalam populasi sebesar 20,6% seiring urbanisasi berlanjut (sebaliknya, populasi non-kota akan meningkat sebesar 12,3% dari pertumbuhan populasi secara umum).

 

  1. Populasi yang menua

Kebijakan 2020 harus memperhitungkan segmen yang semakin besar ketergantungannya. Reformasi pensiun untuk mengurangi ketidaksetaraan antargenerasi, mis. meningkatkan usia pensiun, mengubah kelayakan dll.

Antara tahun 2020 & 2030 Populasi yang menua mendorong pengeluaran perawatan kesehatan & pensiun naik 4,4% dari PDB pada tahun 2030. 13% dari populasi dunia adalah 65+ (dibandingkan 8% saat ini)

Di tahun 2030 Populasi yang menua. Rentang hidup yang lebih lama, IQ yang lebih tinggi, pemulihan pendengaran dan penglihatan dll, semua menimbulkan tantangan regulasi dan etika. Pekerja yang lebih tua memenuhi pasar pekerjaan. ”

Di tahun 2050 Penduduk Berumur. Mayoritas populasi orang dewasa sekarang – lebih dari 65 memiliki efek besar pada kebijakan & wajah pemerintah & sosial. ”

setelah 2050 Gerontocracy: Populasi yang menua menggunakan semua kekuatan, yang muda hidup sebagai orang luar.

 

  1. Populasi menurun di negara-negara barat

Di tahun 2030 Penurunan populasi usia kerja berdampak pada kebijakan ekonomi.

 

  1. Pertumbuhan populasi di timur

2020 Bangsa dengan populasi muda, mis. India, melihat pertumbuhan ekonomi berasal dari segmen usia kerja yang besar.

Pada 2030 Cina dan India akan mencapai 35% dari populasi dunia.

 

  1. Status sosial ekonomi perempuan

Saat ini terjadi penurunan tingkat kelahiran sebagai efek dari memudarnya persepsi bahwa perempuan sebagai ibu rumah tangga. Wanita memperluas tenaga kerja global, mempengaruhi kebijakan politik dan ekonomi di seluruh dunia.

 

  1. Kota-kota besar

saat ini Sekitar 7% orang tinggal di kota-kota dengan populasi 8-digit.

Antara tahun 2020-2030 Urbanisasi dan pertumbuhan kota menciptakan kota-kota besar – pusat yang hampir otonom. Jumlah kota besar (pop 10m +) akan meningkat dari 20 hari ini menjadi 37 pada tahun 2025

Di tahun 2030 Permukiman kumuh terus tumbuh – menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk daerah perkotaan yang dilanda kemiskinan menjadi poin kebijakan penting. Jumlah orang yang tinggal di perkampungan kumuh sekitar kota menjadi dua kali lipat pada tahun 2030 (dari 1 miliar hingga 2 miliar)

 

  1. Smart City

saat ini berkembang aplikasi Smart city yang  dikembangkan setidaknya di 50 kota secara global. Sektor-sektor yang menjadi fokus utamanya antara lain: keamanan, utilitas, kesehatan, & pengembangan ekonomi, perumahan & masyarakat.

Di tahun 2020 Perusahaan teknologi besar membangun kota cerdas eksperimental, yang mencakup hal-hal seperti jalan yang dipanaskan, perumahan modular, energi bersih, kendaraan otonom, jaringan berkecepatan tinggi dll.

Di tahun 2030 Jalanan akan berbicara, secara harfiah. Menawarkan informasi dan layanan.

Di tahun 2050 Biaya hidup diturunkan, kejahatan berkurang 30-40%, responden pertama tiba 2-17 menit lebih cepat, waktu perjalanan dipotong 15-20%, dampak polusi udara berkurang 8-15%, emisi diturunkan 10-15%, limbah padat & air pemotongan penggunaan, masalah laporan publik & mempertimbangkan perencanaan, tetangga terkait, peningkatan 1-3% dalam pekerjaan.

 

  1. Arcologi

Di tahun 2030 Perpaduan arsitektur dan ekologi untuk membawa prinsip-prinsip desain-eko ke ruang-ruang kota yang padat penduduk, kota-kota padat tempat jalan & mobil dihilangkan, teknologi iklim hijau dipasang dan akses ke ruang terbuka hijau serta alam menjadi tempat yang menenagkan masyarakat kota.

 

22. Berbagi ekonomi

Di tahun 2020 Rideshares, berbagi makanan, berbagi keterampilan, dll., Mengubah cara kota beroperasi dan mengurangi tekanan pada layanan dan infrastruktur pemerintah.

Di tahun 2050 berkembangnya reputasi ekonomi. Menciptakan teknologi yang dimediasi pasar di mana reputasi adalah mata uang tunggal.

 

23. Kendaraan tanpa supir

saat ini mobil tanpa awak diuji di jalan-jalan di Inggris, AS, & Cina.

Di tahun 2020 Kendaraan tanpa pengemudi berhasil muncul, menggunakan kombinasi pembelajaran mesin dan pemindaian komputerisasi untuk pengenalan objek.

Di tahun 2050 Kendaraan tanpa supir tidak dapat ditemukan. Real estate bernilai tinggi, properti yang saat ini digunakan untuk parkir di alih fungsikan untuk keperluan lain.

 

24. Mobil Terbang

Di tahun 2020 Perusahaan teknologi berlomba untuk mengembangkan kendaraan terbang fungsional.

Di tahun 2050 Pesawat hipersonik biasa, tetapi hanya untuk yang super kaya.

setelah 2050 Meningkatnya lalu lintas kendaraan udara tak berawak, menciptakan skenario yang sulit dan mahal bagi perencana kota dan legislator.

 

25. Pesawat tidak berawak

Di tahun 2020 Paket dapat dikirim ke rumah Anda dengan drone.

Antara tahun 2020 & 2030 Drone secara rutin digunakan untuk patroli polisi, survei geografis, patroli maritim, dll

Di tahun 2030 UAV digunakan dalam pencarian & penyelamatan, untuk memberikan obat-obatan & menyediakan akses internet di lokasi terpencil, untuk memandu pelari tunanetra & lainnya.

 

26. Kemacetan infrastruktur

Saat ini Pemerintah perlu memodernisasi infrastruktur yang ada – tetapi berjuang dengan keterbatasan biaya dan merealisasikan visi.

Antara tahun 2020 & 2030 kampanye partai politik tentang efektivitas. Menangani dan mereformasi birokrasi menjadi masalah prioritas dalam kampanye.

Di tahun 2030 Investasi pemerintah dalam teknologi konektivitas untuk mendorong pengaturan kerja yang fleksibel, mis. telecommuting, untuk mengurangi tekanan pada kota-kota yang padat & sistem transportasi yang kelebihan beban.

 

27. Hyperloop

Pada tahun 2050, menguatnya Hyperloops – kendaraan supersonik yang melesat didalam tabung vakum yang sangat besar – akan menjadi bentuk transportasi umum yang luas.

 

  1. Pasca PDB

Antara tahun 2020-2030 Globalisasi ekonomi – terjadi bencana keuangan dengan risiko lebih besar skala internasional. Peraturan fiskal nasional harus sejalan dengan peraturan internasional untuk mencegah meluasnya masalah kompleks.

Di tahun 2030 Tingkat global hutang publik ditetapkan untuk mencapai 98% dari PDB pada tahun 2035. Mengurangi hutang menjadi prioritas untuk melindungi ekonomi dari guncangan di masa depan.

Di tahun 2050 Futarchy: kebijakan yang terkait dengan spekulasi pasar. Ketika perkiraan pasar kesejahteraan lebih tinggi untuk mengadopsi kebijakan daripada tidak mengadopsi kebijakan, proposal itu menjadi hukum.

setelah 2050 Alternatif untuk PDB mulai berlaku. Tolok ukur holistik untuk kemajuan nasional, mis. keberlanjutan, kesehatan, inklusi, kebebasan pribadi … menggantikan PDB sebagai ukuran utama.

 

29. Karir tambal sulam Ekonomi

Di tahun 2020 Lebih banyak pengusaha mikro (mis. Penjual Etsy, pengemudi Uber). Regulasi & pergolakan pajak untuk mendukung kelas pekerja individu yang menggunakan informasi teknologi.

Antara tahun 2020-2030 pemerintah memperluas Tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan talenta kemitraan, talenta pinjaman, talenta freelance, talenta sumber terbuka, talenta pekerja rumahan, talenta pertunjukan.

Di tahun 2030 Belajar Ulang Ekonomi. Daya saing nasional bergantung pada kemampuan untuk terus melatih ulang pekerja untuk mengikuti perubahan lingkungan & teknologi.

 

30. Kesenjangan bakat

Tenaga kerja yang menua dan kurangnya bakat teknis yang terampil mendorong ekonomi freelance. Pemerintah bekerja dengan perusahaan dan organisasi untuk mengatasi kesenjangan keterampilan – tingkat bakat suatu bangsa mendorong perekonomian mereka..

Di tahun 2030 Memperluas kelas menengah. 60% populasi global adalah kelas menengah, naik dari 27% pada tahun 2009. Pekerja berpengetahuan mendominasi pasar. Tetapi siapa yang melakukan semua pekerjaan manual?

Di tahun 2050 Talent diakui sebagai vital untuk kesuksesan nasional. Perbatasan internasional diturunkan dan dirancang ulang untuk mendorong migrasi bakat.

 

31. Ketidaksamaan pendapatan

saat ini Ketimpangan pendapatan global meningkat. Pemerintah memprioritaskan akses ke layanan kesehatan, pendidikan, dll., Untuk segmen  masyarakat miskin.

Di tahun 2020 Gaji terkait kinerja. Model pembayaran berdasarkan hasil menjadi arus utama, pemerintah mengalihkan risiko keuangan ke investor.

Di tahun 2020-2030 Penghasilan Dasar Universal. Ketika robotika dan otomasi menggantikan pekerjaan, negara bereksperimen dengan memberikan gaji tetap kepada warga negaranya, bukannya manfaat.

 

32. Perbankan Terbuka

saat ini Layanan perbankan ringan yang ditawarkan, tanpa perlu memelihara infrastruktur perbankan yang berat atau mematuhi peraturan yang rumit. Perbankan tradisional terancam.

 

33. Mata uang digital

Di tahun 2020 meningkatnya pembayaran dengan mobile, mata uang digital sepenuhnya menjadi arus utama. Perlindungan pencurian uang digital adalah perhatian utama bagi pemerintah.

2020-2030 amal berbasis Bitcoin menciptakan kepercayaan melalui kontrak pintar dan sistem reputasi online dan memungkinkan donor untuk melihat ke mana sumbangan mereka melalui buku besar yang aman dan transparan.

 

34. Gerakan kekayaan dari barat ke timur

Antara tahun 2020-2030 Tipping Point. Negara-negara berkembang menyumbang 57% dari PDB global.

Di tahun 2030 Kekuatan ekonomi dan kekayaan bergerak dari barat ke timur, menggeser politik global.

Di tahun 2050 Cina dan India menyumbang 25% dari PDB global

 

  1. Perubahan Sektor Industri

Di tahun 2020 Pergeseran dari sektor berbasis industri ke sektor berbasis masalah, mis. industri kreatif, pertanian pangan dan air, kesejahteraan dan kesejahteraan.

 

36. Berinovasi ke nol

Antara tahun 2020-2030 Berinovasi ke nol, mis. ‘zero defect’, “zero accident’, ‘zero incident’, menjadi tujuan bersama.

 

37. “Kapitalisme Pasien”

Di tahun 2020 Investasi jangka panjang dalam proyek infrastruktur utama menyatukan pemerintah dan bisnis.

 

38. Pencetakan 3D

Saat ini banyak digunakan dalam industri untuk model prototyping & proof-of-concept dalam bidang seni & pemasaran juga meningkat.

Antara tahun 2020-2030 Siapa saja dapat menemukan produk baru & memesannya di pusat pencetakan 3D lokal mereka.

Di tahun 2030 Revolusi industri kedua – kustomisasi massal, mengurangi biaya tenaga kerja, meningkatkan pencurian kekayaan intelektual.

 

39. Keamanan digital

Di tahun 2020 Keamanan siber internasional di era pemerintahan terbuka, data terbuka, dan sistem pemerintah. Media sosial adalah masalah sosial utama.

Antara tahun 2020-2030 Undang-undang pencegahan terhadap praktik pembobolan data baru untuk mengamankan data warga dan pemerintah dilaksanakan lebih ketat.

 

40. Pengurangan korupsi

Di tahun 2020 Pemerintah yang terbuka dan layanan digital menurunkan tingkat korupsi di negara maju. Dengan menggunakan tindakan teknologi dan warga negara-konsumen untuk mengatasi korupsi di pusat layanan publik menjadi prioritas.

 

41. Perang maya

Di tahun 2020 Karena ancaman dengan mudah melampaui perbatasan nasional, keamanan ancaman cyber menyerukan adanya kerjasama internasional dan berbagi informasi, terutama selama krisis.

Antara tahun 2020-2030 Saluran komunikasi global formal didirikan untuk mengatasi ancaman cyber yang muncul.

 

  1. Media sosial

Di tahun 2020 Media sosial semakin sering digunakan untuk mengajukan protes, membentuk narasi sosial, dan menekan kebijakan pemerintah.

 

43. Jaringan seluler 5G

tahun 2019 ponsel akan mulai memanfaatkan internet mobile generasi berikutnya yang lebih cepat dan lebih efisien.

Antara tahun 2020-2030 Generasi berikutnya, koneksi seluler nirkabel sangat cepat membuat komunikasi secara radikal lebih rinci, lebih cepat dll.

Di tahun 2030 50% populasi global memiliki internet pada 2030, naik dari 34% pada 2012.

 

44. Blockchain

Antara tahun 2020-2030 Blockchain bertindak secara massal melawan kejahatan dunia maya. Sistem terdesentralisasi dan terdistribusi menciptakan pertahanan yang lebih kuat terhadap pelanggaran data.

Di tahun 2030 Rumah Sakit dan organisasi layanan kesehatan lainnya membuat basis data blockchain yang terpusat dan aman, menyimpan catatan medis dan hanya berbagi dengan pasien dan petugas kesehatan yang berwenang.

Di tahun 2050 Blockchain meningkatkan keamanan dan mengurangi birokrasi, efisiensi serta transparansi dalam pemerintahan. Tunjangan kesejahteraan dan pengangguran lebih mudah diverifikasi dan didistribusikan. Suara pemilihan dapat dihitung dan diverifikasi untuk keabsahan.

 

45. Internet of Things

Saat ini, di Jepang, Microsoft bekerja sama dengan agen perjalanan JTB Corp dan perusahaan navigasi NAVITIME Co telah membantu para wisatawan di Jepang memanfaatkan IoT untuk menemukan jalan dengan mudahnya.

Pemerintah 2020 berupaya mengintegrasikan teknologi IoT, menggunakan data untuk meningkatkan layanan kesehatan, transportasi, keamanan, pertahanan, infrastruktur, dll.

Di tahun 2030 Menghubungkan benda dengan infrastruktur (mis. Mobil dan jalan) secara drastis mengurangi kecelakaan dan kematian lalu lintas. Dan memberdayakan respons bencana yang cepat untuk bencana alam.

 

  1. Sistem Informasi Geografis (SIG)

saat ini Organisasi di hampir setiap bidang menggunakan GIS untuk mengidentifikasi masalah & memahami tren.

Di tahun 2020 Pemerintah  membuka basis data teknologi geospasial mereka, memengaruhi manajemen lalu lintas, layanan kesehatan, perencanaan infrastruktur, dll.

 

47. Buka Platform Data

Antara tahun 2020-2030 berbagi data di seluruh sektor pemerintah dan industri menjadi norma sosial.

 

48. Teknologi yang Diatur

Antara tahun 2020-2030 Kapasitas semua teknologi generasi baru yang muncul secara hati-hati dan cepat dinilai sebagai prioritas oleh pemerintah.

 

  1. AI komersial

Saat ini Pasif AI. Digunakan untuk pengembangan produk, mengotomatiskan tugas-tugas hafalan, meningkatkan layanan, & memantau karyawan.

AI memungkinkan pemerintah Jakarta untuk memprediksi berapa banyak bus Transjakarta yang perlu dikerahkan selama jam sibuk untuk memastikan tidak ada penumpukan penumpang di halte bus. Atau bagaimana AI telah membantu pemerintah memperkirakan data aliran air untuk mengantisipasi banjir.

Di tahun 2020 AI semakin banyak digunakan dalam SDM. Alat Analytics secara cerdas memilih kandidat, mengidentifikasi opsi karier karyawan, dan melatih manajer untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka.

Cetak biru hebat didukung expert system untuk rencana pembangunan, pembuatan keputusan, dan pengendalian pembangunan. Dibuat atas kerangka kerja fakta dan jawaban terhadap situasi yang sudah dianalisis secara valid dan terstandardisasi.

Antara tahun 2020-2030 Asisten AI. Chatbots & asisten digital berinteraksi dengan kandidat pekerjaan, mengidentifikasi dan menilai wawancara video, dan memahami sentimen survei keterlibatan.

 

50. Mesin pembelajaran

Saat ini Pembelajaran mesin digunakan untuk memperoleh wawasan kompetitif dalam layanan keuangan, kesehatan, minyak & gas, pemasaran & penjualan, & transportasi.

Antara tahun 2020 & 2030 Cerdas, mesin belajar meniru proses pemikiran manusia. Digunakan untuk mengotomatisasi tugas-tugas administrasi, membantu dalam pemecahan masalah dll.

Di tahun 2050 Pembelajaran mesin + geonomi menghasilkan perawatan medis yang sangat individual.

 

51. Visi komputer / mesin

Saat ini Platform konten utama yang dibuat pengguna menggunakan visi komputer untuk mengategorikan posting & memberikan opsi pengeditan lanjutan untuk pengguna akhir.

di tahun 2030 Kamera keamanan melakukan riset pemasaran pada konsumen yang datang. Scanner kesehatan membantu teknisi. Operasi yang dipandu adalah norma. Peralatan pertanian semakin otonom.

 

52. Mesin Baca & Pemahaman

Di tahun 2020 Komputer dapat membaca dokumen & menjawab pertanyaan tentang konten.

Di tahun 2030 AI akan digunakan untuk menjawab pertanyaan kompleks: Sistem AI akan membaca jutaan halaman, dan memahami konteksnya.

 

53. Pemrosesan bahasa alami

Saat ini Smartphone menyarankan kata berdasarkan konteks saat kita mengetik. Bisnis menggunakan NLP untuk menjelajahi istilah pencarian yang digunakan konsumen dalam menargetkan iklan mereka.

Di tahun 2020 Mesin yang dapat membaca dan menerjemahkan bahasa apa pun yang ditulis atau diucapkan lebih lanjut melarutkan batas-batas budaya dan bahkan negara.

Di tahun 2030 Komputer berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa alami. Membantu warga untuk melakukan hal yang sama melalui perangkat seluler mereka.

 

54. Robotika Tingkat Lanjut

Saat ini ratusan ribu robot sudah beroperasi di ritel dan manufaktur. Robot kolaborasi generasi berikutnya, atau “co-bots,” yang bekerja berdampingan dengan pekerja di pabrik. Beberapa pekerjaan berbahaya dialihkan ke robot, mis. pengelasan, pembuangan bom.

Di tahun 2020 Robot yang bisa membaca emosi dan berkomunikasi akan menjadi teman kita.

Antara tahun 2020 & 2030 Robot rumah membantu orang tua dengan tugas sehari-hari, memperkirakan kapan mereka perlu menggunakan toilet, mendeteksi jatuh & lebih banyak lagi.

Antara tahun 2030 800 juta pekerja global digantikan oleh robot pada tahun 2030.

 

55. Energi Berkelanjutan yang Cerdas

Di tahun 2020 Dorongan untuk merintis solusi energi yang efisien dan terjangkau mendorong inovasi di sektor energi, teknologi, dan industri.

Antara tahun 2020 & 2030 Sistem kontrol iklim pasif, aliran air / pengolahan limbah yang inovatif, bahan bangunan hijau dan teknologi daur ulang berkinerja tinggi.

Di tahun 2030 Ekonomi berbagi memenuhi energi terbarukan, mendorong pertumbuhan solar masyarakat, pendanaan komunitas, dan bentuk lain dari partisipasi bersama dalam penyebaran energi terbarukan.

Di tahun 2050 “Kemandirian jaringan” skala penuh dapat dilakukan dengan jaringan pintar dan mikro yang dapat menyimpan dan memodulasi output energi yang layak dari energi terbarukan.

 

56. Legislasi Iklim

Di tahun 2020 Badan-badan supranasional dan nasional membuat undang-undang lebih lanjut tentang emisi. Larangan plastik sekali pakai, standar bangunan ekologi baru, arcologi menjadi norma legislatif.

Antara tahun 2020 & 2030 GAction Adaptif. Kebijakan perubahan iklim beralih dari sistem inisiatif IPCC dari atas ke bawah yang tidak efektif menjadi pendekatan dari bawah ke atas, melibatkan semua tingkat kekuasaan dan bertindak secara lokal.

Di tahun 2030 Peraturan pemerintah bergeser dari ‘memberi informasi & memberi nasihat’ menjadi ‘melarang & menghukum’. Peraturan untuk memasukkan, misalnya, membatasi air, makanan, energi selama peristiwa stres, menghapus teknologi konsumsi energi tinggi, melarang mobil tua, melarang kantong plastik, memerlukan konstruksi untuk memenuhi standar efisiensi energi, dll.

Di tahun 2050 “Pertumbuhan dalam batas” adalah pola pikir perkembangan midset yang diperlukan untuk mengurangi jejak ekologis kita.

 

57. Sumber daya alam yang menurun

Di tahun 2020 Area prioritas utama untuk WEF, UN, dll.

Antara tahun 2020 & 2030 Harga pangan diprediksi naik berlipat dari harga antara tahun 2010 dan 2030.

Di tahun 2030 40% kesenjangan global antara pasokan dan permintaan air pada tahun 2030

Di tahun 2050 Respons militer atas bencana alam menjadi norma.

 

58. Pertanian Molekuler

Saat ini Veganisme meningkat dalam populasi global karena biaya ekologis industri daging menjadi lebih jelas.

Di tahun 2020 Daging lab-tumbuh menjadi terjangkau.

Antara tahun 2020 & 2030 Hampir semua makanan berbasis daging digantikan oleh formulasi nabati berteknologi tinggi, meniru rasa, bau, dan tekstur.

 

59. Rekayasa iklim

Di tahun 2050 Penangkapan karbon, pelapukan tanah, pemupukan samudra – proyek-proyek besar bio-engineering besar-besaran yang dilaksanakan dalam skala global – menelan biaya triliunan dolar, yang diperlukan untuk menarik gigaton surplus karbon dioksida dari atmosfer.

Faktor penting mewujudkan pemerintahan efektif dan berdaya saing tinggi adalah SDM bangsa yang unggul.

Demikian ulasan 59 Skenario Inovasi Digital dalam Era Kenormalan Baru Pemerintahan secara Global untuk menjadi renungan dan input nalar kritis kita.

 

Semoga bermanfaat artikel Inovasi Digital Pemerintahan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

84 + = 90