9 Cara Membuat dan Mencapai Resolusi Bisnis

 

Bagi owner, manajemen dan praktisi bisnis, bulan ini adalah moment yang tepat untuk menyusun resolusi bisnis.

Tantangannya adalah menghasilkan resolusi untuk membangun bisnis agar lebih berkembang dengan capaian kinerja yang ekselen.

Namun, jika hasil evaluasi tahun ini masih banyak target kinerja dan resolusi bisnis yang belum tercapai, maka penyusunan resolusi kali ini harus menjadi langkah terobosan untuk perbaikannya.

Banyak perusahaan yang hanya terus mengulang resolusi setiap tahunnya. Tidak sedikit juga perusahaan yang mewarisi resolusi dari instruksi pimpinan sebelumnya secara turun temurun.

Atau, kalaupun menghasilkan resolusinya baru, dibuatnya-pun asal-asalan karena kejar tayang  sehingga acapkali  tidak tepat sasaran.

Padahal, situasi persilangan antara dua ekonomi baru yaitu: Digital Economy dan Leisure Economy telah melahirkan turunan jutaan peluang bisnis baru dan meluasnnya potensi pasar.

Jika kinerja bisnis perusahaan tahun ini terasa susah move on, dengan kondisi grafik bottom line yang  cenderung flat bahkan menurun, ini merupakan konsekwensi dari “more-for-less economy”.

Platform digital telah berhasil melipatgandakan produktivitas puluhan kali lipat, berdampak menyebabkan ‘growth anomaly’. Karena itu banyak output economi yang kemudian ‘tersamar’ untuk diukur dan dikonversi dalam angka kinerja konvensional.

Sehingga hal ini berdampak cukup menyulitkan untuk kemampuan mendorong bisnis naik kelas pada next level.

Di satu sisi, kompetitor mengembangkan model bisnis sehingga larinya semakin kencang, di sisi lain kompetitor baru bermunculan, melompat-lompat dan menyerbu dengan inovasi dari berbagai arah.

 

Lantas, bagaimana sebaiknya?

 

Sudah menjadi keniscayaan, dalam menjalankan bisnis yang ekselen, tentunya ditunjukkan dengan kinerja yang  tidak hanya sekedar asal bisa survive, tidak asal tumbuh, melainkan harus meningkat dan tumbuh dengan lebih unggul dibandingkan kompetitor bahkan diatas rerata pertumbuhan industrinya.

Perkembangan bisnis dituntut untuk accelerating return to scale, bukan sebatas increasing return to scale.

Apapun kondisi tahun depan, kita harus menyusun resolusi yang antisipatif terhadap situasi-situasi makro yang secara langsung atau tidak langsung akan berdampak terhadap ekonomi mikro dan bisnis kita, berupa:

  1. Perang perdagangan di tahun politik. Perang perdagangan AS dan Tiongkok akan berpengaruh terhadap kondisi pariwisata, ditengah situasi tahun politik. Sehingga menghimpit industri pariwisata dari luar dan dalam. Munculnya efek “wait & see” pelaku bisnis wisata, sebagai reaksi terhadap momentum proses pemilu 2019 sebanyak 2 (duia) kali yang berpotensi menimbulkan situasi yang volatile (V) dan uncertain (U) atau stabilitas?.
  2. Disrupsi teknologi digital (supply) dan milenial (demand) akan menyebabkan terjadinya revolusi bisnis dan situasi pasar pariwisata yang menciptakan diskontinuitas, sebagai kanibalisme untuk kontinuitas;
  3. Peluang integrasi Digital Economy yang scalability dengan Leisure Economy yang customization dan personalization. Diferensiasinya menghasilkan kapabilitas utilisasi aset digital dengan ceruk skalabilitasnya yang bernilai ‘more for less’ yang mampu menguatkan kebutuhan untuk menghasilkan value yang ‘more for more’ dengan memorable experience & connection.

Di akhir tahun, biasanya kata “resolusi” mendadak jadi tren yang viral dan populer.  Audiens  memerlukan semacam acuan dan inspirasi untuk menyusun resolusi untuk pribadi, pasangan, organisasi ataupun perusahaan.

Seperti dilansir dari laman GoBanking Rates yang melakukan survei pada 5000 orang dewasa di Amerika, dihasilkan 5 (lima) resolusi terpopuler di tahun 2018 antara lain:

  1. Menikmati hidup sepenuhnya
  2. Menjalani gaya hidup sehat
  3. Membayar utang
  4. Sedikit belanja banyak menabung
  5. Meningkatkan penghasilan

Ada lagi contoh daftar resolusi unik bagi traveller millenial menjelang tahun baru, antara lain:

  1. Liburan ke tempat impian dengan uang hasil bisnis sampingan (freelancer)
  2. Liburan ke tempat impian dari hasil menjual barang-barang bekas
  3. Liburan ke tempat impian dari hasil menerapkan hari tanpa pengeluaran
  4. Liburan ke tempat impian dari hasil mengurangi Rp100 ribu dari jatah pengeluaran rutin mingguan

Baiklah, kita kembali kepada resolusi bisnis yang tentu tidak sesederhana resolusi pribadi. Bagaimana membuat resolusi yang dahsyat, powerful, actionable, dan luar biasa bagi bisnis?

 

Resolusi seperti apa yang semestinya kita buat?

 

Kita bagi area resolusi kedalam 7 kategori bisnis ekselen:

  1. Kepemimpinan bisnis

  2. Strategi bisnis

  3. Pelanggan bisnis

  4. Analisa, pengukuran dan pembelajaran

  5. Tenaga kerja

  6. Operasi bisnis

  7. Hasil bisnis

Supaya lebih jelas, kita uraikan penjelasannya yang lebih rinci

 

 

Pertama: Kepemimpinan bisnis. Bagaimana tindakan sebagai pemimpin dalam mengarahkan dan menjamin kelangsungan bisnis. Hal ini meliputi visi, misi, tata nilai, komunikasi, manajemen kinerja, action plan, tata kelola, ketaatan hukum dan etika serta tanggungjawab sosial.

Kedua: Strategi bisnis. Cara menjalankan strategi bisnis, sasaran strategis, rencana program kerja, implementasi dan pengukuran pencapaiannya. Hal ini meliputi: penyusunan dan pengembangan strategi, menetapkan sasaran strategis dengan pertimbangannya, pengembangan, perubahan dan implementasi program kerja serta pengukuran capaian yang dihasilkannya.

Ketiga: Pelanggan bisnis. Bagaimana cara membangun awareness, keterikatan, menjalin hubungan dan keterlibatan pelanggan bisnis. Serta menyampaikan layanan yang melebihi harapan pelanggan. Hal ini meliputi: mendengarkan, menindaklanjuti dan menilai kepuasan serta keterikatan pelanggan, memasarkan produk, penjualan, layanan dan dukungan pelanggan, serta membangun hubungan dan umpan balik pelanggan.

Keempat: Analisa, pengukuran dan pembelajaran organisasi bisnis. Bagaimana cara mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data, informasi dan pengetahuan untuk ditindaklanjuti sebagai perbaikan dan pembelajaran perusahaan. Hal ini meliputi: sistem pengukuran, analisa, evaluasi dan peningkatan kinerja, serta cara pengumpulan data, informasi dan praktik terbaik untuk sumber pengetahuan dalam pembelajaran organisasi bisnis.

Kelima: Tenaga kerja. Bagaimana cara perusahaan mengelola kapasitas dan kapabilitas tenaga kerja, mengelola lingkungan kerja dan budaya yang membangun keterikatan tenaga kerja. Hal ini meliputi: manajemen kapasitas dan kapabilitas tenaga kerja, Lingkungan kerja, budaya kerja, manfaat, pengembangan danketerikatan tenaga kerja yang bernilai.

Keenam: Operasi bisnis. Bagaimana cara perusahaan merancang, mengelola dan mengembangkan inovasi produk dan proses bisnis agar operasionalnya efektif dan efisien. Hal ini meliputi: perancangan dan perbaikan produk dan proses, manajemen rantai pasokan dan inovasi, manajemen proses bisnis yang efektif, efisien dan bernilai tambah, pengelolaan sistem informasi dan digitalisasi, serta keselamatan, keamanan dan kesiapan keadaan darurat.

Ketujuh: Hasil kinerja bisnis. Bagaimana cara perusahaan mengelola, mencapai dan meningkatkan hasil kinerja bisnis. Hal ini meliputi: kinerja produk dan proses, kinerja pelanggan, kinerja tenaga kerja, kinerja kepemimpinan dan tata kelola serta kinerja finansial dan pasar.

 

Cara Membuat Resolusi Bisnis Wisata

 

Agar resolusi bisnis actionable dan dapat diimplementasikan dengan target hasil kinerja yang dapat dicapai, maka diperlukan beberapa tahap yang harus dijalankan untuk merubah resolusi menjadi kinerja ekselen, antara lain:

 

  1. Tetapkan tujuan resolusi bisnis. Melihat situasi bisnis dengan lahirnya “the whole new world” atas perkawinan silang Digital Economy dan Leisure Economy, maka tujuan yang ditetapkan dapat meminjam rumus E=mc². Bisnis yang ekselen (E) dihasilkan dari managing change (C) at an accelerated rate (2). Hal ini untuk mendorong bisnis mencapai accelerating return to scale, dan bukan lagi sebatas increasing return to scale.

 

  1. Buat Skala Prioritas (wildly important) dari area kategori diatas. Terdapat prinsip: Semakin banyak yang ingin kita capai, justru akan maka semakin sedikit yang kita capai. Buatlah skala prioritas yang dapat mendorong kita lebih fokus pada sasaran yang akan dicapai dalam bisnis kita, dengan aksklerasi yang tepat dan cepat.

 

  1. Identifikasi Sumber Daya Internal. Petakan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya yang kita miliki untuk melaksanakan resolusi. Apa solusi untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya dalam melaksanakan resolusi.

 

  1. Membuat Milestone Target Bisnis (Leg Measures). Bagaimana sasaran strategis yang ditetapkan sebagai indikator kunci pencapaian kinerja yang diharapkan. Baik berupa pendapatan, laba, pangsa pasar, kepuasan dan keterikatan pelanggan, dll. Bagaimana menetapkan milestone dan proyeksi pencapaiannya?

 

  1. Milestone Rencana Bisnis yang Spesifik (Lead Measures). Bagaimana menetapkan tindakan, proses dan program yang akan dilakukan untuk mencapai setiap target sasaran kinerja yang telah ditetapkan sebelumnya? Kuncinya ini pada daftar action plan, proses dan program serta matriks kinerja prosesnya.

 

  1. Susun Timeline untuk Setiap Milestone. Resolusi memang disusun untuk jangka tahunan. Namun, sebaiknya ditetapkan juga timeline dan deadline untuk membantu kita melakukan monitoring.

 

  1. Bertindak pada Lead measure. Fokus pada tindakan dan eksekusi untuk melaksanakan Lead measures karena hal ini sebagai pengungkit yang mempengaruhi pencapaian Leg measures.

 

  1. Review dan Evaluasi Target Bisnis. Lakukan monitoring perkembangan bisnis, review capaiannya dan evaluasi hambatan serta berbagai potensi risiko yang ada. Review dilakukan secara rutin dan konsisten, dengan sistem pengumpulan data dan informasi yang valid untuk bahan analisa lebih lanjut.

 

  1. Perbaikan dan Peningkatan Kinerja. Buatlah Action for Improvement (AFI) untuk menindaklanjuti hasil review capaian kinerja bisnis. AFI berupa rencana tindak perbaikan produk, layanan, proses, dan kualitas, agar mendorong peningkatan capaian kinerja terus menerus, sampai resolusi dapat dicapai.

 

Di era disrupsi digital menghasilkan “super-productive economy” dimana output meningkat  berkali-kali lipat, sedangkan input menyusut berkali-kali lipat.

Di era revolusi pariwisata 4.0 yang menghasilkan “esteem economy” yang memanjakan keterhubungan pengalaman subyektif dan personal dengan komunal. Maka disitulah resolusi harus menghadirkan solusi.

Dimana pelaksana resolusi, setiap minggu akan selalu bertanya”apakah solusi penting dan prioritas yang harus dilakukan dan berdampak besar terhadap pencapaian sasaran kinerja?”

Bagaimana solusi dilaksanakan dengan input yang lebih kecil dan menghasilkan output yang lebih besar? Sehingga “more for less”.

Bagaimana solusi menghasilkan keterhubungan dan keterlibatan terhadap pengalaman subyektif yang menggugah, yang mempengaruhi pilihan dan keputusan calon pelanggan lainnya? Sehingga “more for more”.

Pada akhirnya, resolusi yang nanti akan dijalankan memerlukan komitmen yang kuat, konsistensi dan akuntabilitas dari seluruh tim bisnis kita.

Kita berharap dan berdoa semoga target, sasaran dan tujuan resolusi yang nanti disusun dan dijalankan dapat tercapai di tahun mendatang.

 

Jika belum tercapai maka perbaiki terus resolusi kita,

namun jika dapat tercapai maka tingkatkan terus resolusi kita,

serta jangan lupa rayakan dan syukuri.

note: Jika artikel Saya ini bermanfaat untuk Anda, silahkan dishare kepada rekan-rekan yang lain. Agar lebih bermanfaat jika disebarkan. Setuju?

#salampariwisata #bisnisekselenpariwisata

Guswa

Baca juga: Suara Traveller

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 21 = 27