10 Strategi Dahsyat Hadapi Dinamika Bisnis yang Hiperkompetitif

Dalam tantangan bisnis yang dihadapi seperti halnya akhir tahun 2017 Lembaga riset Forrester mengeluarkan outlook bisnis tahun 2018. Salah satu poin pentingnya, akan terjadinya digital crisis di tahun 2018.

Ini menjadi penting bagi perusahaan yang tengah merumuskan visi 2018, sebab ekonomi digital benar-benar telah merasuki hampir seluruh kehidupan manusia. Digitalisasi bukanlah sebuah pelengkap, melainkan mandatory. Sementara 60 persen CEO perusahaan global merasa mereka sangat tertinggal.

Di tanah air, bahkan lebih dari 80 persen CEO dan pengusaha lama merasa masih menjadi pemula (beginners) yang gaptek. Dan celakanya itu dialami perusahaan-perusahaan yang menjadi bintang bagi generasi X dan di atasnya.

Perusahaan-perusahaan berlomba membeli teknologi dan menguasainya, tetapi model bisnisnya masih tetap sama. Demikian pula leadership, business capabilities, customer engagement, mindset pegawai dan corporate culture-nya. Semua masih hidup di atas “gerbong,” yang kini diberi “digitalisasi” (teknologi).

Perusahaan-perusahaan demikian seperti tengah berkelahi melawan fakta-fakta baru bahwa bisnis mereka tengah berada dalam ancaman kematian. Semakin dekat kita memasuki perdagangan digital, maka semakin besar desakan kematian itu.

Tengok saja saat manusia mulai mengeksplorasi dunia digital 50 tahun lalu, rata-rata perusahaan terkemuka di dunia bisa bertahan lebih dari 50 tahun dalam daftar Fortune 500. Tetapi kini, di tahun 2018 diperkirakan mereka hanya bisa ada dalam daftar itu sekitar 15 tahun saja.

Kunci untuk memperbaiki permasalahan di atas dengan menerapkan 10 Strategi Manajemen Terhebat di Dunia yang menciptakan kaitan yang tepat antara kinerja, penghargaan, efektivitas, produktivitas, kerja sama tim, loyalitas, komitemen, dan segudang perilaku baik lainnya.

LeBoeuf sebagai seorang Penulis Buku Best Seller, mengatakan bahwa hanya perlu menerapkan 10 Strategi Manajemen ini maka Anda akan mampu menjadikan Perusahaan Anda sebagai Pemain Besar dalam Pasar Kompetitif. Berikut ringkasan strategi dahsyat yang dapat Anda pelajari dalam Organisasi.

1. Solusi Kokoh dibandingkan Solusi Instan.
Sebuah permasalahan tidak akan menjadi kendala dikemudian hari jika Anda mengembangkan Pola Pikir Solusi Kokoh yang Sustain, bukan sekedar Solusi Singkat Jangka Pendek. Perlu sikap yang bijak dalam mengatasi permasalahan yang ada di sekitar Bisnis Organisasi Anda, baik terkait People, Process, Procedure, Product dan lainnya. Pengembangan Sumber Daya Manusia lebih penting daripada Pemenuhan Sumber Daya.

2. Pengambilan Resiko dibandingkan Penghindaran Resiko.
High Risk High Return adalah kondisi yang sudah umum dalam kegiatan apapun, terlebih Dunia Bisnis dan Ekonomi. Organisasi Anda tentu lebih memilih bertahan dalam Jangka Panjang sehingga lebih baik mengambil sebuah resiko daripada menghindarinya. Anda tidak akan belajar banyak pada saat menghindari masalah yang ada daripada menghadapinya sebagai sebuah Proses Pembelajaran.

3. Kreativitas dibandingkan Prosedur Saklek.
Kreativitas dan Inovasi menjadi kewajiban bagi Anda dalam bertahan di dunia Industri yang makin kompetitif. Keberhasilan Bisnis dan Organisasi hanya akan berjalan jika memperhatikan arah angin dan dinamika pasar. Jadilah sosok yang selalu tidak henti belajar dan meningkatkan kreativitas baik Produk atau Jasa. Tanamkan semangat untuk selalu menjadikan Perbaikan Berkelanjutan sebagai Budaya Perusahaan.

4. Tindakan Tegas daripada Analisis Paralisis.
Sebaik apapun Strategi Manajemen Anda, namun jika hanya menjadi wacana diatas kertas, maka Anda tengah bermimpi di siang bolong. Lakukan sedikit Analisa dan segera Bertindak. Mengambil sebuah Tindakan jauh lebih penting daripada Aktivitas Perencanaan yang Berlarut tanpa Eksekusi. Anda hanya akan menyebut Strategi Canggih ketika melakukannya dan berhasil.

5. Kerja Cerdas daripada Sok Sibuk.
Kerja Efektif berarti mengerjakan sesuatu dengan benar. Kerja Efisien berarti menggunakan cara yang benar dalam bekerja. Bekerjalah dengan Cerdas untuk mempermudah Anda mencapai Performa Maksimal dan Pencapaian Target. Efektivitas dan Efisiensi Kerja adalah bentuk strategi yang handal. Tetapkan Skala Prioritas dan Batasan Waktunya sebagai bentuk Anda telah Bekerja Cerdas.

6. Sederhana daripada Rumit.
Simple is Beauty merupakan Kejelasan bahwa Anda mampu memberikan Keindahan dengan Sederhana. Sebuah Pohon Pinang tampak anggun dibandingkan Semak Belukar. Keep It Simple and Smart dalam Bekerja, Berpikir dan Bertindak akan menggiring Anda dalam mengartikan sebuah Strategi Manajemen yang Hebat.

7. Diam dan Efektif daripada Banyak Bicara.
Tong Kosong Nyaring Bunyinya adalah gambaran bahwa Banyak Bicara belum tentu menunjukkan Kehebatan atau Kemampuan. Diam Efektif berarti banyak mengamati kondisi dan keadaan sebelum mengambil tindakan. Perhatikan Tim Anda yang terlalu banyak bicara daripada bekerja. Mereka hanya akan menambah persepsi negatif terhadap Tim dan Organisasi.

8. Kualitas Kerja daripada Kecepatan.
Quality First adalah sebuah stigma yang sangat ekstrim dalam Dunia Bisnis saat ini. Bagaimana Anda mampu mengembangkan Kualitas Karyawan dibandingkan Kemampuan Merekrut untuk Pemenuhan Karyawan. Kecepatan Proses Pelayanan Nasabah memang penting namun jika Kualitasnya tidak Maksimal hanya akan menjadi Bumerang bagi Performa Individu atau Tim.

9. Loyalitas Individu daripada TurnOver.
Bagaimana Anda sebagai Pemimpin Perusahaan mampu mempertahankan Loyalitas Tim adalah suatu Strategi Handal yag berdampak Jangka Panjang. Program-program Retensi Karyawan akan memperkuat Loyalitas Individu dalam Profesionalitasnya. Pelajari potensi yang memungkinkan terjadinya TurnOver Karyawan terlebih dalam masa kerja kritis, diantaranya sampai tahun pertama.

10. Kerjasama Tim daripada Permusuhan.
Kerjasama akan melahirkan Kebersamaan dan Sinergi. Anda tentu paham bahwa sinergi sangat powerful untuk mencapai Kinerja Maksimal dibandingkan kerja sendiri-sendiri sesuai dengan Job Description. Dibandingkan aktivitas parsial maka Kerjasama Tim sangat menjaga sustainable dari sebuah Organisasi. Anda perlu memprioritaskan Kerjasama Tim demi Keberhasilan Tim dibandingkan kegiatan masing-masing individu ang berdampak adanya Intrik atau Permusuhan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 3